
Umar bin Abdul Aziz adalah salah satu pemimpin besar dalam sejarah Islam yang dikenal karena keadilannya. Ia lahir pada tahun 682 M dan merupakan cicit dari Khalifah Umar bin Khattab melalui ibunya, Ummu Asim Laila binti Asim bin Umar bin Khattab. Sejak kecil, Umar bin Abdul Aziz mendapat pendidikan di kuttab. Sebuah lembaga pendidikan Islam awal yang berfokus pada pengajaran Al-Qur’an dan ilmu agama.
Belajar di Kuttab
Sejak kecil, Umar dikenal sebagai anak yang tekun dan cerdas. Ia belajar membaca, menulis, serta menghafal Al-Qur’an ditempat para ulama mendidik anak-anak Muslim. Suatu ketika, ia pernah ditegur oleh gurunya karena datang terlambat. Ini menunjukkan bagaimana sejak dini ia telah dididik dengan disiplin yang kuat. Pendidikan inilah yang membentuk karakter dan ketakwaannya, yang kelak menjadikannya pemimpin yang adil dan bijaksana.
Baca juga : Kuttab itu apa sih (1)? 👨🏫
Diangkat Sebagai Khalifah
Ketika diangkat menjadi khalifah pada tahun 717 M, Umar bin Abdul Aziz menolak kemewahan istana dan lebih memilih hidup sederhana. Ia segera melakukan reformasi besar dengan menghapus pajak yang tidak adil. Kemudian menyalurkan zakat dengan baik hingga hampir tidak ada lagi fakir miskin di wilayah kekuasaannya. Keputusannya didasarkan pada nilai-nilai Islam yang ia pelajari sejak kecil.
Di bawah kepemimpinannya, keadilan dan kesejahteraan merata di seluruh negeri. Ia dikenal sebagai Khalifah Rasyid Kelima, melanjutkan jejak pendahulunya, para Khulafaur Rasyidin dalam menegakkan Islam dengan adil. Sayangnya, masa kepemimpinannya yang gemilang tidak berlangsung lama. Umar bin Abdul Aziz wafat pada tahun 720 M dalam usia muda. Sejarah telah mencatat kegemilangan semasa hidupnya dalam cahaya islam.
Kuttab Alfaaza
Pendidikan di kuttab telah membentuk Umar bin Abdul Aziz menjadi pemimpin yang bijaksana. Kisahnya menjadi inspirasi bagi sistem pendidikan Islam. Termasuk Alfaaza, yang berkomitmen membangun generasi pemimpin masa depan dengan pendidikan berbasis nilai-nilai Al-Qur’an.


